Miris Pekerjaan P3.TGAI Desa Lame Lewimunding Majalengka Diduga Dikerjakan Oleh Pihak Ketiga.

suaramajalengka.com – Majalengka, pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh pihak parakelompok tani dan anggota sawah luhur di desa lame kecamatan lewimunding kabupaten majalengka jawa barat malah pekerjaan tersebut diduga di kerjakan oleh pihak ketiga alias di borongkan, sepertinya pemdes desa lame kecamatan lewimunding kabupaten majalengka jawa barat sudah tidak percaya terhadap para ketua dan anggota kelompok tani di desanya

Sedangkan pekerjaan peningkatan tata guna air irigasi (P3.TGAI ) tersebut jelas yang berhak mengerjakan adalah kelompok tani sawah luhur sesuai dengan papan plang dari pemerintah atau dari direktorat jendral sumber daya air tahun 2022 dan tertera dalam plang papan informasi tersebu bahwa pekerjaan peningkatan tata guna air irigasi ( P3, TGAI) tidak boleh untuk di kerjakan kepada pihak ketigakan, /dikontraktualkan, harus di laksanakan secara sewakelola jadi yang berhak mengerjakan adalah ketua dan anggota kelompok tani sawah luhur.

Namun hal ini sangat miris dan berbeda dengan pekerjaan program peningkatan tata guna air irigasi ( P3, TGAI) di desa lame kecmatan lewimunding kabupaten majalengka jawa barat malah diduga di kerjakan oleh pihak ketiga alias di borongkan , jelas diduga pemdes desa lame telah mengubah atau melanggar aturan yang sudah tertera jelas di papan informasi dari pihak direktorat jendral sumber daya air

Hal ini terungkap setelah jurnalis melakukan investigasi ke lokasi kegiatan ,sekaligus jurnalis tersebut melakukan wawancara dengan sejumlah pekerja yang ada di lokasi kegiatan P3, TGAI blok sawah luhur, senin 31/10/2022

Menurut keterangan dari salahsatu pekerja yang namanya tidak mau di sebutkan mengatakan bahwa pekerjaan P3, TGAI desa lame tidak melibatkan ketua kelompok tani dan anggotanya, dan ketika mereka ditanya siapa ketua kelompok taninya mereka menjawab dengan serempak tidak tahu , pekerjaan ini tidak melibatkan kelompok tani pak, ketua pekerjanya pak ace dari gunungkuning papar salah satu pekerja

Dari sekian banyaknya pekerja di lokasi pekerjaan P3, TGAI desa lame lewimunding majalengka rata rata mereka mengaku dari luar desa lame lewimunding , saya dan dua teman saya dari gunungkuning, ada juga yang dari majalengka serta dari padahanten sukahaji, tapi ada empat orang dari desa lamenya tapi mereka bukan anggota kelompok tani terang sumber

Lanjut ketika di tanya dapat upah berapa selama mereka bekerja di pekerjaan P3, TGAI mereka serempak mengatakan tidak tahu, mereka berapa di bayar dari pihak pemborong, saya sudah satu minggu ikut kerja tapi sampai saat ini belum dapat upah bayaran dan kami tidak tau di bayar berapa /harinya pungkasnya

Sementara kades lame Akip sumarna saat di wawancara melalui pesan singkat whatsaap nya (WA) senin 31 / 10/2022 , ia membantah jika pekerjaanP3, TGAI BBWS tersebut di borongkan alias di pihak ketigakan

Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar, saya menggunakan tenaga kerja ahli dari luar itu pun sepengetahuan kelompok bahkan sudah menawarkan ke orang daerah setempat dalih akip sumarna

Ketika di desak apakah harus ada tenaga ahli dengan pekerjaan itu lalu berapa orang tenaga ahli yang di undang tersebut di jawab oleh sang kades lame tersebut dengan alasan saya tidak mau setiap pekerjaan asal asalan maksud tenaga ahli disini yang bisa mengatur pekerjaan jawabnya

Selain itu akip juga memberikan alasan alasan terkait dia mendatangkan yang di sebutnya tenaga ahli pertama menurutnya kalau orang setempat (warga lame) sering menyepelekan pekerjaan

Itupun saya sudah sonding ke orang orang lame terutama gapoktan seiring pengalaman saya beberapa kali pekerjaan selalu seperti itu tulis kades lame

Saat di tanyakan siapa ketua kelompok tani sawah luhur yang sekarang dapat bantuan P3 TGAI tersebut menurut akip yakni leman, bahkan dia pun sering ke lokasi ikut kerja juga kemarinpun ketika butuh bambu kelomppk tani yang mencari bambunya kalo memang di borongkan ngapin mereka ikut kerja tandas akip

Sementara keterangan dari sejumlah pengurus kelompok tani yang sekarang ini dapat bantuan sebesar RP 195 juta yang di setorkan kepada oknum pengurus dari salahsatu partai pengusung bantuan tersebut.

Sementara itu aktifis anti korupsi cirebon raya zeki mulyadi saat di minta komentarnya terkait paket pekerjaan P3, TGAI BBWS di desa lame lewimunding majalengka yang diduga di pihak ketigakan alias di borongkan mengatakan

Pihaknya akan mendesak agar pihak BBWS cirebon dan pihak pihak terkait lainya untuk segera mengevaluasi kembali atas bantuan P3 TGAI untuk desa lame lewimunding, sebab menurutnya jika benar pekerjaan tersebut di borongkan maka itu sudah menyalahi aturan, karena yang mengajukan bantuan kan kelompok tani berarti mereka yang butuh taoi ini malah diduga di borobgkan berarti nanti pelaporannya (LPJ) juga diduga di manipulasi dan itu menyalahi aturan tegas zek mulyadi

Zek mulyadi pun menambahkan jika kades lame akip dia mendatangkan tenaga kerja ahli untuk pekerjaan P3 TGAI menurut nya ucapan kades lame akip tersebut itu aga aneh dan lucu, sebab pihak BBWS sendiri sudah menyiapkan tenaga ahlinya yakni sarjana pendamping pada setiap titik pekerjaan P3 TGAI

Masa kades merekrut tenaga ahli lagi jadi apa yang di sampaikan oleh kades lame akip itu menurut kami menggelikan pungkas zek mulyadi, ( redaksi)