Kronologi Wanita di Sorong Dibakar Hidup-hidup: Polisi Ikut Diancam oleh Massa

Suaramajalengka.com//Sorong, Papua – Wanita paruh baya yang dituduh sebagai pelaku penculikan anak di Sorong, Papua Barat Daya, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Sele Be Solu Sorong.

Kapolresta Sorong Kota melalui Kapolsek Sorong Timur Kompol Jendry Denny Sairlela mengatakan, kronologis kejadian yaitu sekitar pukul 06.30 WIT anggota piket Polsek Sorong Timur ditelepon oleh salah satu tokoh masyarakat yang bernama Idris dan juga Ketua RT setempat, yang menyatakan bahwa ada orang yang diamankan. Namun tidak disampaikan siapa yang diamankan dan karena apa diamankan.
“Saat anggota piket tiba di lokasi kejadian, warga menceritakan kalau ada kejadian penculikan anak. Saat itu, anggota piket yang berjumlah empat orang sempat mengamankan korban untuk dibawa ke Polsek Sorong Timur guna dimintai keterangan,” ungkap Kapolsek Sorong Timur saat ditemui di Rumah Sakit Sele Be Solu, Selasa (24/1).
Lanjutnya, saat kejadian massa yang ada di sekitar TKP jumlahnya sangat banyak, sementara anggota Polsek hanya berjumlah 4 orang.

“Ketika anggota bersama korban sampai di depan jalan, tiba-tiba ada yang lempar bensin ke tubuh korban sampai mengenai tubuh anggota Polsek juga,” bebernya.

Saat itu, sambung Jendry, anggota Polsek Sorong Timur juga sempat diancam oleh massa jika menelepon anggota yang lain, maka mereka juga akan dibakar.
“Informasi yang kami dapat, sebelum dibakar korban hanya jalan lalu lalang di dalam kompleks situ. Karena sekarang lagi viral kasus penculikan anak, maka masyarakat curiga terhadap korban,” ujarnya.
Kasus pembakaran wanita paruh baya hidup-hidup hingga mengakibatkan meninggal dunia, kata Kapolsek Sorong Timur, saat ini masih dalam proses penyelidikan Reskrim Polresta Sorong Kota.
“Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa memberikan keterangan apa-apapun terkait kasus ini. Untuk sementara prosesnya diambil langsung oleh reskrim Polresta Sorong Kota. Nanti proses selanjutnya seperti apa tunggu dari hasil olah TKP dan penyidikan,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk identitas korban juga saat ini masih belum diketahui. Karena pihaknya masih harus melakukan identifikasi terlebih dahulu dan meminta keterangan dari saksi-saksi.
“Korban meninggal dunia sekitar pukul 08.50 WIT akibat luka bakar 90 persen,” pungkasnya.

(@aher/kumparan.com)