by

Bupati Hadiri Wisuda Santri Hafidz

-Pasundan-24 views

suaramajalengka.com – PAMULIHAN – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir meminta santri-santriwati lulusan Pondok Pesantren (Ponpes) Ulumul Qur’an Al- Mustofa untuk terus belajar dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an.
Hal tersebut dikatakan bupati saat menghadiri Wisuda Hafidz III Ponpes Ulumul Qur’an Al-Mustofa Lebakcara Indah Desa Citali Kecamatan Pamulihan, Minggu (19/12/ 2021).
Menurut bupati pesantren merupakan salah satu pendidikan yang tepat dan membawa misi penting untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Qur’ani.
Ditambahkannya Pemda Sumedang akan terus mendukung terhadap perkembangan pesantren.
Diakuinya ia merasa surprise dengan perkembangan ponpes Ulumul Qur’an Al-Mustofa yang dinilai berkembang dengan sangat pesat.
“Kami akan terus mensupport pesantren agar terus berkembang. Pesantren ini masuk green pesantren, alamnya hijau dan bagus. Saya merasa cukup surprise. Insyaallah tahun depan kami akan berikan bantuan kobong atau kelas baru,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut juga bupati memberikan apresiasi kepada keluarga besar Ponpes Ulumul Qur’an yang telah menjadi bagian solusi memberikan kemanfaatan dalam membina akhlaq dan moral masyarakat, khususnya dalam menyiapkan generasi Qurani dengan mendidik putra putri menjadi hafidz hafidzoh.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Ulumul Qur’an Al-Mustofa KH. Asep Mustofa Kamal menyampaikan, seluruhnya 128 santri penghafal Al-Quran di Ponpes Ulumul Qur’an Al-Mustofa.
Dari 128 santri, kata Asep, ada 17 santri sudah hapal 30 juz, 48 santri hapal 10 juz dan sisanya sebanyak 63 santri khatam binnadlor (sambil melihat) dan bil ghoib (di luar kepala).
Asep menjelaskan, bahwa tempat berdirinya Ponpes 10 tahun yang lalu hanyalah deretan kebun bambu yang tidak ada akses jalan untuk orang maupun kendaraan satupun dan seiring waktu kini berkembang dengan jumlah santri yang ada saat ini sebanyak 500 orang.
“Alhamdulillah, jumlah santri yang ada sekarang sebanyak 500 orang. Santri yang masuk kami seleksi dengan ketat dilihat dari kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an,” tambahnya.