Badai Dukungan Hantam Banteng Milenial, Brigez Majalengka Titipkan Harapan

suaramajalengka.com – Majalengka. Kabar majunya Irfan Nur Alam dalam pertarungan memperebutkan kursi DPR RI dapil IX Jabar seakan memancing ledakan api demokrasi. Bak badai level tertinggi, gelombang dukungan terus datang menghantam sang putra mahkota agar lurus dengan niatnya

Kali ini dukungan datang dari Organisasi Kemasyarakatan Brigez DPW Majalengka. Ormas yang mayoritas anggotanya generasi muda ini, terang-terangan menyatakan dukungan untuk Irfan Nur Alam

“kami memang membutuhkan sosok muda yang bisa mewakili aspirasi generasi milenial di DPR RI” ungkap Ketua DPW Brigez Majalengka, Riko Parmanto

Menurut Riko, Majalengka membutuhkan sosok politisi yang duduk di DPR RI guna memberikan masukan kepada pemerintah pusat tentang pentingnya pembinaan generasi muda

“yang mengerti perkembangan generasi muda saat ini ya sosok muda yang gap usianya tidak terlalu jauh. Setidaknya dia akan paham perkembangan teknologi dan informasi yang diadopsi oleh anak muda saat ini” tuturnya

Bagi Riko, para politisi senior memang lebih berpengalaman. Namun terkadang kurang bisa mengerti dan memahami perkembangan generasi muda sekarang yang sehari-harinya tidak lepas dari gadget

“Perhatian kepada generasi muda sekarang ini sangat kurang. Contohnya pembinaan terhadap cabang olahraga e-sport yang notabene merupakan game online kegemaran anak muda. Jika didukung penuh, anak muda pasti bisa berkarya dan jauh dari hal-hal negatif” terangnya

Riko berharap seorang Irfan Nur Alam bisa mewakili generasi muda Majalengka. Selain itu juga bisa mengakomodir dan mengarahkan ide serta kreativitas generasi muda sekarang yang identik dengan dunia digital

“Kedepannya kehidupan sehari-hari pasti tidak lepas dari teknologi digital. Karenanya politisi yang duduk di kursi DPR RI juga harus paham hal tersebut. Kami menyadari pada jaman politisi senior masih muda, mereka tahunya main congklak dan kelereng. Jadi maklum mereka kurang melek teknologi dan kurang mengikuti perkembangan zaman sekarang, sehingga kurang memperhatikan kemauan generasi muda saat ini” pungkasnya (red)